Langsung ke konten utama

TAKDIR ALLAH




TAKDIR ALLAH

Allah yang mempertemukan dan Allah pula yang menakdirkannya. Manusia hanya bisa merencanakan dan memimpikannya sementara semua takdir dan kenyataannya sudah ditetapkan oleh Nya. Perjalanan yang cukup panjang bertahun-tahun hingga akhirnya bisa menemukan jawabannya di tahun 2017 ini. Jawaban dan takdir tersebut ternyata hadir hampir di saat yang bersamaan.
Kekecewaan merupakan hal manusiawi akan tetapi saya yakin pasti ada hikmahnya di balik semua ini. Kemungkinan saya yang memang kurang pantas dan baik sehingga Allah pun memberikan seseorang yang jauh lebih baik untuknya. Semua berlangsung begitu cepat akan tetapi saya bahagia telah mengetahui jawaban dari pertanyaan yang cukup lama disimpan.
Memang beginilah perjalanannya dan sebagai seorang muslim yang taat sudah sepatutnya menerima dengan ikhlas semua takdir Allah tersebut.  Semua akan menjadi pengalaman dan perjalanan yang indah jika dikenang dan ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bahwa jika kita mencintai seseorang menghalalkannya merupakan cara yang terbaik serta tentu di ridhoi oleh Allah SWT.
Masih terngiang dalam ingatan saya tentang perkataannya ”bahwa apapun nanti yang terjadi kita harus ikhlas” dan “Allah yang menyembunyikan aib kita dan kita yang harus memperbaiki aib kita”. Memang cukup diakui cukup sulit melupakannya akan tetapi saya berharap seiring berjalannya waktu semua bisa berjalan dengan sendirinya dan masing-masing akan lupa dengan masa lalu.
Ada pepatah yang jika saya pikir cukup benar yaitu, “Kadang kau pikir lebih mudah mencintai semua orang daripada melupakan satu orang”. Saya akan belajar dari awal lagi dan yakin dengan sepenuh hati bahwa takdir Allah itu jauh lebih baik dari apapun di dunia ini.

*(I just want you to know who I am)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sarana Prasarana Pendidikan Formal dan Nonformal

BAB II PEMBAHASAN A.       Peran Pendidik dalam Perencanaan Kebutuhan Sarana, Pengadaan, Inventarisasi, Penataan/Penyimpanan, Pemakaian, Pemeliharaan, Penghapusan dan Pengawasan Sarana dan Prasarana di PKBM 13 Cipinang 1.       Hakikat Sarana dan Prasarana Pendidikan Menurut Suharsimi Arikunto (1987), sarana pendidikan ialah semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar mengajar, baik yang bergerak maupun tidak bergerak agar mencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancar, teratur, efektif dan efisien. Prasarana pendidikan adalah alat yang tidak langsung yang digunakan untuk pencapai tujuan pendidikan. Yang termasuk prasarana misalnya ; Bangunan sekolah, lapangan olahraga, asrama guru, dan sebagainya.   2.       Hakikat Manajemen Sarana dan Prasarana Meurut Ari Gunawan (1996) Manajemen sarana dan prasarana pendidikan merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanakan da...

Positif Covid-19

  Positif Covid-19 Pandemi Covid-19 sudah berjalan hampir 1 tahun sejak awal tahun 2020, banyak yang beranggapan ada atau bahkan tidak ada virus tersebut. Pada tanggal 16 Desember yang lalu, untuk pertama kalinya hamba melakukan test swab sebab sejak ditracing hamba memiliki kontak dengan penderita covid sekiar 14 hari yang lalu, ternyata itulah pengalaman pertama dengan hasil yang diluar dugaan 2 hari kemudian diberikan informasi bahwa hamba positif Covid-19. Pertama kali mendengarnya Cuma diam dan berpikir untuk langsung memberikan informasi kepada keluarga dan beberapa teman terdekat yang belum lama pernah kontak sebelumnya dengan hamba. Pertama kali dikhawatirkan jelas keluarga karena beberapa hari sebelum Swab memang pasti kontak dengan keluarga sebab hamba memang sudah bekerja secara WFH. AKhirnya keluarga pun mulai menginformasikan kepada tetangga dan melapor kepada RT setempat, alhasil seluruh keluarga pun dijadwalkan untuk Swab semua secara gratis ke puskesmas Kran...

23th

Momentum 23 Tahun Saya amat bersyukur sudah bisa diberikan kesempatan oleh Allah sudah memasuki usia yang 23 tahun. Tanpa terasa waktu seakan begitu singkat dan usia pun semakin betambah semakin tua atau juga bisa dikatakan seiring bertambahnya usia semakin mendekat kematian. Maka momen bertambah usianya ini saya jadikan momentum supaya hal-hal yang buruk yang pernah saya lakukan sebelumnya takkan terulang kembali atau juga sesuatu hal baik yang belum saya kerjakan bisa dikerjakan pada saat ini. Bila dipikir-pikir memang selama 23 tahun ini saya hanya berjuang untuk diri saya sendiri sebab membantu agama ini hanya sedikit sekali, membantu Negara hanya pas Sea Games 2011 saja, membantu lingkungan hanya sekedar event dan membantu keluarga hanya baru menciptakan kebanggaan saja karena sudah berhasil menjadi sarjana bahkan lebih sering merepotkan di keluarga ketimbang membantu. Itulah penilaian saya terhadap diri ini walaupun mungkin di mata orang lain berbeda pandangannya. ...